Nazaruiddin menyerah, takut, atau strategi?

ANTI KLIMAKS.... itulah yang banyak di katakan oleh banyak orang. Tapi mengapa saya lebih memilih ini sebagai toggak pertama, mulai memasuki inti cerita, atau bahkan inilah klimaks nya.

Tidak ada diantara masyarakat yang tau tentang arti sikap Nazar saat melayangkan surat permohonan ke bapak Presiden tentang keselamatan keluarganya. Apakah pak Nazar menyerah atas fitnahnya ke banyak orang di Negri ini, atau ada intervensi dari pihak lain yang menancam keluarga bung Nazar, atau bahkan ini merupakan strategi politik bung Nazar untuk membongkar semua kasus di tangannya?

Disisi lain ada disinyalir beberapa media tentang strategi tawar-menawar. Entah bergaining position apa yang media maksud. Yang jelas saya lihat adalah 3 aspek kuat. Yaitulah, pertama Nazar menyerah karena semua 'nyanyian' dia hanyalah fitnah semata. Kedua, Nazar takut karena banyak pihak yang mengintervensi dan meneror keluarganya, sampai-sampai Nazar pun pasang badan. Atau opsi ketiga, ini strategi dia untuk membongkar kasus di tangannya...

Entahlah, saya tidak bisa membahas banyak tentang hal ini. Karena ini lebih menyangkut ke fakta hukum dan pribadi bung Nazaruddin.

Ada satu hal menarik yang mau saya ulas, check this out: http://www.pedomannews.com/nasional/berita-nasional/korupsi-a-ham/6653-udin#.Tk1IXDXEp0E.twitter ini adalah kutipan surat bung Nazar yang ditujukan kepada Bapak Presiden. Ada yang menarik dari surat beliau, saya kutip seperti ini: "...Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apapun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa ini...." WOW, jujur saya kaget, kenapa dia harus berjanji untuk tidak menceritakan apapun yang dapat merusak kelangsungan Partai dan KPK? Menarik... Berarti, dengan logika berfikir saja, bisa saya opinikan, ada sesuatu yang harusnya diceritakan, tetapi atas suatu hal bung Nazar berjanji tidak bercerita tentang hal yang merusak Partai dan KPK.


Ini semakin menarik simpati masyarakat, ada apa sebenarnya dibalik kisah Partai dan KPK ini? Sampai-sampai Nazaruddin berjanji tidak menceritakan hal yang dapat merusak citra Partai dan KPK. Yang jelas kita tahu setelah klimaks ini pada puncaknya.


Yang saya lebih tercengang adalah saat di luar negeri, bung Nazar sungguh antusias seperti kita lihat dimedia, 'bernyanyi' tentang banyak hal. Ternyata saat di Indonesia, semua diam, hening, seolah-olah dia diluar hanya liburan dan tidak ada cerita apapun. Yap, we never know. Because this movie is not finally ends!

0 Response to "Nazaruiddin menyerah, takut, atau strategi?"

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar yang membangunnya :D