Menteri yang Ditukar...
Judul yang saya ambil ini adalah headline suatu berita di media elektronik. Judulnya menarik perhatian saya, yah itulah, menteri yang ditukar. Judulnya seperti sebuah sinetron, apakah isinya juga sebuah drama palsu????
Banyak menteri yang "ditukar" atau di reposisi ke kementrian lainnya. Banyak kekecewaan, dan jelas banyak juga kegembiraan dari menteri terpilih. Tapi apa esensi dari reshuffle ini???
Di tulisan opini ini saya kembali mencoba mengkritisi dan melihat tragedi ini dari kacamata saya yang Insya Allah berbeda dari banyak orang. Tinjauan saya bukan ke pada apakah ini berpengaruh kepada kinerja kabinet pak SBY atau tidaknya, tetapi lebih kepada esensi dari reshuffle menurut pandangan seorang anak ingusan yang kurang ilmu.
reshuffle ini banyak dikatakan "gemuk" atau banyak juga yang setuju dnegan reshuffle ini. Tapi alangkah baiknya bila menteri yang di tempatkan adalah menteri yang "appropriate" pada lokasi dan pos masing-masing. Terkesan beberapa mentri terlalu dipaksakan untuk ditempatkn pada beberapa pos, meski juga banyak yang tepat. Tapi bagaimanapun, pak SBY lebih tahu apa yang baik utnuk bangsa ini.
Di aspek lainnya, saya lebih setuju untuk memberika wakil menteri, kalau saya fikir tujuannya adalah untuk mengawal pergerakan menteri itu sendiri dan membantu kinerja menteri agar lebih optimal. Kalau dikatakan ini adalah semacam "penggemukan" rasanya terlalu kasar dan menyakitkan hati. Para wakil ini Insya Allah akan membantu kinerja menteri kita terutama mencapai goal dalam 3 tahun kedepan. Amin,
Meskipun kabinet yang katanya "Zaken Kabinet" ini berisi 40% profesional dan akademisi, tetapi mayoritas dan 60% dari kabinet masih dijejali oleh menteri dari partai politik yang ada (diluar ada yang bertambah atau berkurang). Zaken kabinet secara substantif berisi menteri yang diambil bukan dari partai dan memang kompatibel di pos kementrian termaktub. Yah kalau kompatibel hanya presiden yang tau, tapi yang perlu saya kritisi dari penglihatan anak semester 1 adalah kebinet yang sifatnya Presidensial menurut UUD mungkin gagal dilaksanakan, karena sepertinya kabinet ini lebih ke perlementer dimana presiden memilih kabinet memang murni pilihan pribadi, tetapi ada tawaran dari partai, dan dulu juga pernah ada isu, salah satu menteri malah dikritisi habis oleh DPR dan isunya nyaris di reshuffle oleh bapak presiden, secara tidak langsung sepertinya, parlemen bisa menghentikan menteri, meskipun belum terbukti.
Bismillah, saya optimis kabinet rombakan ini akan memperbaiki keadaan Indonesia, diluar itu dari banyak dari parpol, tidak pada pos yang tepat, yang jelas saya percaya menteri yang ditukar ini kelak akan menjadi sesuatu yang mampu mendelegasikan Indonesia menjadi lebih baik di dunia. Amin.
Dan semoga, cerita kementrian kita tidak didramatisir dan bukan hanya sekedar menteri yang ditukar kemudian selesai. Harapan besar bergantung disana......



18.01
Rendy Wirawan Kartowijoyo
, Posted in

0 Response to "Menteri yang Ditukar..."
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar yang membangunnya :D